Yang Terlupakan
Kita selalu menyangka bahwa hidup kita adalah milik kita sendiri, jadi ya sesuka kita apakah kita mau sia-siakan atau kita mau menghargainya. Terlebih lagi, setiap orang ingin menyamaratakan seorang dengan yang lain, padahal itu mustahil. tiap orang kan berbeda baik latar belakang, sifat, pemikiran, dan lain sebagainya. Satu hal yang selalu dilupakan oleh kita adalah latar belakang. Ada apa dengan latar belakang? Latar belakang adalah kondisi awal atau yang sudah lewat sehingga ada saat ini.
Contoh, masyarakat Indonesia mudah sekali melakukan hal ini dan itu pada zaman sekarang. pernahkah ada yang berpikir bahwa, kita bisa sebebas ini dikarenakan siapa? kalau bukan karena nenek moyang kita yang memperjuangkan hak-hak kita, akankah kita sampai pada hari ini?
contoh paling mudah dan yang sedang terjadi adalah setiap kesalahan presiden disorot sedemikian tajamnya sehingga mencucibersihkan pengetahuan akan jasa dari presiden. seperti peribahasa, nila setitik rusak susu sebelanga. hanya karena kesalahannya maka jasa-jasanya pun tidak dianggap.
Saya senang sekali ketika saya membaca sebuah bab di buku “Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya” yang mana memperlihatkan suatu kebenaran yang sering terlupakan oleh kita. Kita menghukum seseorang secara subjektif. misalkan seorang anak yang bertanya kepada ibunya mengenai sesuatu yang bodoh. Sebagian besar Ibu akan memarahi anaknya dengan mengatakan bahwa dia bodoh, padahal yang benar adalah ibu itu memberitahu anaknya bahwa itu adalah pertanyaan bodoh. Jadi, yang harus dibenarsalahkan adalah apa yang dia lakukan, bukannya menyerang pribadi.
Ini realita, kita sering kali menyerang pribadi seseorang. Bersyukurlah kalau orang itu kuat, jika orang itu rapuh, maka matilah kita karena telah mencelakakan orang.
Seringkali perhatian kita teralihkan oleh hal-hal seperti kepuasan pribadi dan kekuasaan sehingga kita merasa di atas angin. Kita pun menyia-nyiakan apa yang telah kita miliki. Kita juga melupakan esensi dari seorang manusia dan jati diri kita. akankah hal ini berlangsung terus-menerus?
Sekarang adalah saatnya kita memutuskan untuk menghargai waktu dan kesempatan yang kita miliki atau menyia-nyiakannya. Waktu berdetik, dan tak ada seorangpun yang dapat menghentikannya. Apakah kita akan terus pikun atau mulai belajar mengingat bagaimana bersikap dan berucap?
“Dualism. Everything has 2 sides: luck and unlucky, right and wrong. So, do not afraid of your own darkness, it is there for your goodness.”
Jadi inget lagu nya jason Mraz, Life is beautiful ….